Pembukaan Digital Talent Scholarship 2019

Laporan World Economic Forum 2018 menempatkan Indonesia pada peringkat 80 dari 137 negara dalam aspek kesiapan teknologi. Sementara dari aspek efisiensi pasar kerja, posisi Indonesia berada di peringkat 96 dari 137 negara. Kondisi itu membutuhkan kolaborasi semua pihak untuk mendorong dan mengembangkan sumberdaya untuk memasuki revolusi industri 4.0.

Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai teknologi informasi dan komunikasi dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Kebutuhan akan keahlian tersebut cukup tinggi di Indonesia sementara jumlah SDM yang memenuhi syarat masih kurang. Akibatnya, Indonesia harus mempekerjakan tenaga asing yang menguasai keahlian tersebut. Oleh sebab itu, alumni perguruan tinggi perlu dibekali dengan keahlian Big Data Analytics, Internet of Things, Artificial Intelligence, Machine Learning, dan Cloud Computing dan beragam teknologi interaktif terbaru. Hal itu mendorong Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang paling berkepentingan dengan kebutuhan keahlian tersebut, berinisiatif untuk menstimulasi transformasi tersebut untuk meningkatkan jumlah SDM yang menguasainya.

Dengan target 25 ribu lulusan SMK, D3/D4, S1, Aparatur Sipil Negara (ASN), guru TIK SMA atau setara serta penyandang disabilitas yang menguasai kompetensi tersebut di tahun 2019 ini, kerjasama dengan perguruan tinggi bertujuan untuk meningkatkan jumlah SDM dalam skala yang sangat besar. Kerjasama tersebut juga untuk menghubungkan perguruan tinggi dengan lembaga sertifikasi bertaraf internasional. Selain itu, percepatan tersebut juga untuk menyeragamkan penguasaan kompetensi tersebut bagi seluruh lulusan di atas.

Penguasaan kompetensi tersebut bukan hanya dapat dimiliki oleh lulusan program studi yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Lulusan program studi lain seperti MIPA, ekonomi, pertanian, kedokteran, dan bahkan bahasa yang menguasi kompetensi tersebut, akan sangat mendukung transformasi revolusi industri 4.0 mengingat dengan kemajuan perangkat elektronik, hampir seluruh aspek produksi, menghasilkan data dalam skala besar dapat direkam saat ini. Keberadaan data tersebut tentunya bernilai ekonomi tinggi jika dapat dianalisa dengan tepat. Di sinilah peran SDM yang memiliki kompetensi tersebut di atas

Pelatihan untuk membekali talenta digital ini merupakan bagian dari Program Digital Talent Scholarship tahun 2019. Program itu ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia Indonesia agar berdaya saing dan mampu memenuhi kebutuhan Industri 4.0. Program DTS 2019 melibatkan 30 universitas dan 23 politeknik di Indonesia

Program Digital Talent Scholarship ini ditargetkan untuk meningkatnya standar kompetensi talenta digital Indonesia dengan 4 (empat) program akademi yaitu Fresh Graduate Academy (FGA), Coding Teacher Academy (CTA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), dan Online Academy (OA).

Sebagai salah satu universitas di wilayah Nusa Tenggara yang memiliki peran dalam kompetensi teknologi informasi dan komunikasi, Universitas Mataram, melalui Program Studi Teknik Informatika, turut mengambil peran dalam kegiatan Fresh Graduate Academy, bagian dari program Digital Talent Scholarship yang diinisiasi oleh Kementrian Kominfo ini. Dalam kerjasama ini, Universitas Mataram bertindak sebagai salah satu mitra penyelenggara pelatihan Artificial Intelligent (Kecerdasan Buatan) dan Big Data Analytics dengan jumlah pendaftar 76 orang untuk Artificial Intelligent dan 71 orang untuk Big Data Analytics. Dari 147 pendaftar tersebut, pendaftar yang lulus seleksi sebanyak 96 orang yang terdiri dari 46 orang untuk Artificial Intelligent dan 50 orang untuk Big Data Analytics. Atau dengan keketatan sekitar 2/3. Para peserta terdiri dari lulusan-lulusan Teknik Elektro, Informatika, MIPA, dan Ekonomi dari universitas-universitas di Mataram dan sekitarnya serta beberapa peserta dari luar NTB.

Pembukaan DTS Unram tanggal 8 Juli 2019 ini dihadiri oleh:

  1. Dirjen sekaligus membuka kegiatan regional DTS 2019
  2. Mitra Penyelenggara dari Bali (Universitas Udayana dan Politeknik Negeri Bali) dan NTT (Politeknik Negeri Kupang)
  3. Para Pimpinan Perguruan Tinggi TIK di NTB (Universitas Bumigora, STMIK Lombok, STMIK Mataram, Universitas Nahdatul Ulama, Institut Teknologi Sumbawa)
  4. Para Dekan Universitas Mataram
  5. Para Ketua Jurusan di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Mataram

Dalam pelaksanaannya, 81 (44 dari Big Data dan 37 dari Artificial Intelligent) peserta yang mendaftar ulang dan mengikuti kegiatan ini. Peserta yang lulus seleksi dan tidak mendaftar disebabkan karena telah mendapat pekerjaan atau diterima dalam Program Pasca Sarjana di Universitas terkemuka di Indonesia. Namun, beberapa peserta ada pula yang telah diterima atau merupakan karyawan tetap sebuah perusahaan yang mendapatkan ijin untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 4 jam pelajaran sehari dalam 36 hari kerja sejak tanggal 9 Juli hingga 28 Agustus 2019. Pengajar dan Asisten pengajar yang terlibat dalam kegiatan ini adalah staf pengajar dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Mataram yang berkualifikasi S3 dan S2.

Leave a Comment

Your email address will not be published.